KONFIGURASI
DASAR JARINGAN
Pada
tutorial ini akan dibahas
mengenai berbagai konfigurasi
server yang sering
digunakan untuk keperluan
jaringan, untuk keperluan ini maka kita akan langsung mencoba membangun suatu
server yang berada dalam jaringan dengan topologi sebagai berikut :
Gambar 1. Topologi jaringan
Topologi yang akan kita pakai adalah
yang paling sederhana namun sudah dapat mencakup hampir semua komponen
jaringan lengkap. Untuk
lebih sederhana dan
efektifitas hardware maka server
dalam topologi diatas
akan kita gunakan
untuk berbagai keperluan
server, namun nantinya untuk applikasi
real dilapangan sangat
tidak disarankan melakukan instalasi semua applikasi
server dalam satu mesin karena
idealnya masing-masing server
berada pada mesin
yang terpisah untuk mengurangi beban kerja yang berat.
Ingat!... topologi dan penempatan applikasi server dalam satu mesin di atas
hanya untuk keperluan
pembelajaran dalam buku
ini. Sedang ketentuan server
yang akan kita bangun adalah sebagai berikut,
IP address ke arah WAN : 192.168.2.2
Gateway : 192.168.2.1
IP address ke arah LAN : 172.20.20.1
Domain : gaplek.gk
2.1.
Setting IP Address
Untuk
dapat berkomunikasi dengan komputer lain
maka setiap komputer harus
memiliki IP Address, IP
Address ini bersifat
unik yang berarti
dalam setiap jaringan
tidak diperkenankan ada computer
yang memiliki IP
Address yang sama.
Untuk mensetting IP
Address ini dapat dilakukan dengan dua
cara, cara yang pertama
dengan metode on the
fly, konfigurasi ini
akan hilang apabila komputernya
reboot.
#ifconfig eth0 [ip_address] netmask
[netmask] broadcast [broadcast]
Misal
kita ingin mengubah
ip address komputer kita
dengan ip address
192.168.0.1 dengan
subnetmask 255.255..255.0 maka
perintahnya adalah sebagai berikut:
# ifconfig eth0 10.252.100.1 netmask
255.255.255.0 broadcast
192.168.0.255
Cara
kedua adalah dengan
cara mengedit file /etc/network/interfaces, yang
isinya adalah
sebagai berikut :
pico /etc/network/interfaces
# This file describes the network
interfaces available on your system and
how to activate them. For more information,
see interfaces(5).
# The loopback network interface
auto lo
iface lo inet loopback
# The primary network interface
allow-hotplug eth0
auto eth0
iface eth0 inet static
address 192.168.2.2
netmask 255.255.255.0
network 192.168.2.0
broadcast 192.168.2.255
gateway 192.168.2.1
# dns-* options are implemented by the resolvconf package, if installed
dns-nameservers 202.134.0.155
dns-search gaplek.gk
allow-hotplug eth1
auto eth1
iface eth1 inet static
address 172.20.20.1
netmask 255.255.255.0
network 172.20.20.0
broadcast 172.20.20.255
Kata
auto yang mendahului
nama suatu interface
menandakan bahwa interface
tersebut akan dinyalakan secara
otomatis pada saat
service network di-start
atau di-restart. Interface
lo tidak memiliki konfigurasi IP
karena lo digunakan sebagai loopback sehingga memiliki IP yang pasti yakni
127.0.0.1. Alamat IP
ini digunakan oleh
komputer untuk berkomunikasi
dengan dirinya sendiri. Konfigurasi
untuk eth0 harus
diberikan karena interface
ini dikonfigurasi
menggunakan IP statis.
Parameter-parameter yang harus
disebutkan untuk jenis interface static adalah:
1.
address: menentukan IP address yang digunakan suatu komputer.
2.
network: menentukan Network Address komputer.
3.
netmask: menentukan subnet mask network komputer.
4.
broadcast: menentukan alamat broadcast yang digunakan komputer untuk
memperkenalkan diri pada jaringan.
5.
gateway: menentukan default gateway yang digunakan apabila komputer
tersebut
mengirimkan paket data ke luar jaringan
anggotanya.
Setelah
selesai melakukan perubahan
pada file ini Anda dapat
mengaktifkan konfigurasi yang
baru ini dengan menjalankan
perintah:
debian:~# /etc/init.d/networking restart
Untuk
memeriksa apakah setting
ini sudah benar,
ketikkan ifconfig di terminal dan
apabila
konfigurasi benar maka akan tampil IP
address sesuai dengan konfigurasi kita :
root@server:~# ifconfig
eth0
Link encap:Ethernet HWaddr
00:0c:29:2a:f3:c2
inet addr:192.168.2.2
Bcast:192.168.2.255
Mask:255.255.255.0
inet6 addr: fe80::20c:29ff:fe2a:f3c2/64 Scope:Link
UP BROADCAST RUNNING
MULTICAST MTU:1500 Metric:1
RX packets:7502 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
TX packets:6444 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
collisions:0 txqueuelen:1000
RX bytes:9570679 (9.1 MiB) TX
bytes:592264 (578.3 KiB)
Interrupt:18 Base address:0x2000
eth1
Link encap:Ethernet HWaddr
00:0c:29:2a:f3:cc
inet addr:172.20.20.1
Bcast:172.20.20.255
Mask:255.255.255.0
inet6 addr: fe80::20c:29ff:fe2a:f3cc/64 Scope:Link
UP BROADCAST RUNNING MULTICAST
MTU:1500 Metric:1
RX packets:0 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
TX packets:6 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
collisions:0 txqueuelen:1000
RX bytes:0 (0.0 B) TX bytes:468
(468.0 B)
Interrupt:19 Base address:0x2080
lo
Link encap:Local Loopback
inet addr:127.0.0.1
Mask:255.0.0.0
inet6 addr: ::1/128 Scope:Host
UP LOOPBACK RUNNING MTU:16436
Metric:1
RX packets:39 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
TX packets:39 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
collisions:0 txqueuelen:0
RX bytes:4152 (4.0 KiB) TX
bytes:4152 (4.0 KiB)
Dengan cara ini setting IP Address tidak akan hilang walaupun
komputer reboot, karena pada saat reboot
komputer akan menggunakan
konfigurasi yang ada di file /etc/network/interfaces
untuk melakukan konfigurasi IP
Address-nya.
2.2. Konfigurasi Mirror Server
Pada
tutorial ini kita
menggunakan mirror server
sebagai repository untuk
semua applikasi yang akan
kita butuhkan dan apt
(Advanced Package Tool)
untuk installasinya ke
dalam sistem. Jadi master
applikasi berada disuatu
server khusus sehingga
untuk keperluan instalasi
kita perlu mensetting agar
komputer kita dapat
menggunakan file-file pada
mirror server atau
repository, yaitu dengan mengedit file /etc/apt/sources.list yang isinya
adalah sebagai berikut:
# Line commented out by installer
because it failed to verify:
#deb http://security.debian.org/
squeeze/updates main
# Line commented out by installer
because it failed to verify:
#deb-src http://security.debian.org/
squeeze/updates main
# Line commented out by installer
because it failed to verify:
#deb ://volatile.debian.org
squeeze-updates main
# Line commented out by installer
because it failed to verify:
#deb-src ://volatile.debian.org
squeeze-updates main
#deb http://repo.ugm.ac.id/debian
squeeze main contrib
deb http://mirror2.ict.gk/debian6
squeeze main contrib
Setelah kita sesuaikan isi dari file
/etc/apt/sources.list dengan server repository yang ada, maka kita
perlu update source listnya dengan cara,
#apt-get update
Ign http://mirror2.ict.gk squeeze
Release.gpg
Ign http://mirror2.ict.gk/debian6/
squeeze/contrib Translation-en
Ign http://mirror2.ict.gk/debian6/
squeeze/contrib Translation-en_US
Ign http://mirror2.ict.gk/debian6/
squeeze/main Translation-en
Ign http://mirror2.ict.gk/debian6/
squeeze/main Translation-en_US
Hit http://mirror2.ict.gk squeeze
Release
Ign http://mirror2.ict.gk squeeze/main
i386 Packages/DiffIndex
Ign http://mirror2.ict.gk
squeeze/contrib i386 Packages/DiffIndex
Hit http://mirror2.ict.gk squeeze/main
i386 Packages
Hit http://mirror2.ict.gk
squeeze/contrib i386 Packages
Reading package lists... Done
Pada
proses update ini
tidak boleh ada
pesan error sedikitpun,
apabila ada sebaiknya
cek kembali penulisan pada sources.list
atuu cek koneksi
jaringan. Berikutnya untuk
memasang software atau applikasi tertentu kita cukup mengetikkan,
#apt-get install nama_paket
Untuk menghapus paket yang sudah
terinstall menggunakan command berikut,
#apt-get remove nama_paket
2.3. Instalasi SSH
Secure
Shell (SSH) merupakan
applikasi untuk melakukan
remote ke komputer
lain yang sudah terinstall SSH
server. Berbeda dengan
telnet yang melakukan
transfer data secara
plain text, ssh menggunakan system pengacakan data (encryption)sehingga walaupun
data yang dilewatkan tertangkap tetapi tetap
tidak dapat dibaca dengan
mudah. Untuk menginstalnya
cukup dengan command berikut ini,
#apt-get install ssh
Kemudian untuk meremote server ssh dapat
dilakukan dari OS linux maupun dengan OS Windows.
Jika menggunakan Windows bisa
menggunakan Putty
.png)
By
20.33
0 komentar