Open top menu
Minggu, 01 September 2013



DHCP Server

DHCP (Dynamic Host  Configuration  Protocol)  adalah  protokol  yang  berbasis  arsitektur client/server yang  dipakai  untuk  memudahkan  pengalokasian alamat  IP  dalam  satu jaringan.  Sebuah  jaringan lokal  yang tidak menggunakan  DHCP  harus  memberikan  alamat  IP  kepada semua komputer secara manual.  Jika  DHCP  dipasang  di  jaringan  lokal,  maka  semua komputer yang  tersambung  di  jaringan akan mendapatkan alamat IP secara otomatis dari server DHCP. Selain alamat IP, banyak parameter jaringan  yang  dapat  diberikan  oleh  DHCP,  seperti default  gateway  dan DNS  server.  DHCP didefinisikan  dalam RFC  2131  dan RFC  2132  yang  dipublikasikan  oleh Internet  Engineering  Task Force.  DHCP  merupakan  ekstensi  dari  protokol  Bootstrap  Protocol  (BOOTP).  DHCP  merupakan sebuah protokol yang menggunakan arsitektur client/server, maka dalam DHCP terdapat dua pihak yang terlibat, yakni DHCP Server dan DHCP Client.
  DHCP  server  merupakan  sebuah  mesin  yang  menjalankan  layanan  yang  dapat "menyewakan"  alamat  IP  dan  informasi  TCP/IP  lainnya  kepada  semua  klien  yang memintanya.  Beberapa  sistem  operasi  jaringan  seperti Windows  NT  Server,  Windows 2000 Server, Windows Server 2003, atau GNU/Linux memiliki layanan seperti ini.
  DHCP  client merupakan  mesin  klien  yang  menjalankan  perangkat  lunak  klien  DHCP  yang memungkinkan mereka untuk dapat berkomunikasi dengan DHCP Server. Sebagian besar sistem  operasi  klien  jaringan  (Windows  NT  Workstation,  Windows  2000  Professional, Windows XP, Windows Vista, atau GNU/Linux) memiliki perangkat lunak seperti ini. 
DHCP  server  umumnya  memiliki  sekumpulan  alamat  yang  diizinkan  untuk  didistribusikan  kepada klien,  yang  disebut  sebagai DHCP Pool.  Setiap  klien kemudian  akan  menyewa  alamat  IP  dari  DHCP Pool  ini  untuk  waktu  yang  ditentukan oleh  DHCP,  biasanya  hingga  beberapa  hari.  Manakala  waktu penyewaan  alamat  IP  tersebut  habis  masanya,  klien  akan  meminta  kepada  server  untuk memberikan  alamat  IP  yang  baru  atau  memperpanjangnya.  DHCP  Client  akan  mencoba  untuk mendapatkan  "penyewaan"  alamat  IP  dari  sebuah  DHCP  server  dalam  proses  empat  langkah berikut:

  DHCPDISCOVER: DHCP client akan menyebarkan request secara broadcast untuk mencari DHCP Server yang aktif.
  DHCPOFFER:  Setelah  DHCP  Server  mendengar  broadcast  dari  DHCP  Client,  DHCP  server kemudian menawarkan sebuah alamat kepada DHCP client.
  DHCPREQUEST: Client meminta DCHP server untuk menyewakan alamat IP dari salah satu alamat yang tersedia dalam DHCP Pool pada DHCP Server yang bersangkutan.
  DHCPACK:  DHCP  server  akan  merespons  permintaan  dari  klien  dengan  mengirimkan paket acknowledgment.  Kemudian,  DHCP  Server  akan  menetapkan  sebuah  alamat  (dan
konfigurasi TCP/IP lainnya) kepada klien, dan memperbarui basis data database miliknya.
Klien  selanjutnya  akan  memulai  proses binding dengan tumpukan  protokol TCP/IP dan
karena telah memiliki alamat IP, klien pun dapat memulai komunikasi jaringan.


Empat  tahap  di  atas  hanya  berlaku  bagi  klien  yang  belum  memiliki  alamat.  Untuk  klien  yang sebelumnya  pernah  meminta  alamat  kepada DHCP  server yang  sama,  hanya  tahap  3  dan  tahap  4 yang dilakukan, yakni tahap pembaruan alamat (address renewal), yang jelas lebih cepat prosesnya. Berbeda  dengan  sistem  DNS  yang  terdistribusi,  DHCP  bersifat stand-alone,  sehingga  jika dalam sebuah  jaringan  terdapat  beberapa  DHCP  server,  basis  data  alamat  IP  dalam  sebuah DHCP  Server tidak akan direplikasi ke DHCP server lainnya. Hal ini dapat menjadi masalah jika konfigurasi antara dua DHCP  server tersebut  berbenturan,  karena protokol  IP tidak  mengizinkan  dua host memiliki alamat yang sama. Selain dapat menyediakan alamat dinamis kepada klien, DHCP Server juga dapat menetapkan  sebuah  alamat  statik  kepada  klien,  sehingga  alamat  klien  akan  tetap  dari  waktu  ke waktu.
Catatan: DHCP server harus memiliki alamat IP yang statis. 
3.1. Instalasi

Langkah pertama kita instal paket dhcp3-server

#apt-get install dhcp3-server


3.2. Konfigurasi

Setelah  terinstal  maka  kita  perlu  untuk  mengkonfigurasi  agar sesuai  dengan  situasi  jaringan  yang
akan  kita  bangun. Untuk  melakukan  konfigurasi  ini  ada  dua  file  penting  yang  harus  kita  ubah  yaitu
/etc/dhcp/dhcpd.conf dan /etc/default/isc-dhcp-server.

pico /etc/dhcp/dhcpd.conf
#
# Sample configuration file for ISC dhcpd for Debian
#
#### dipotong ########


# A slightly different configuration for an internal subnet.

subnet 172.20.20.0  netmask 255.255.255.0 {
  range 172.20.20.10 172.20.20.30;
  # untuk sementara kita menggunakan DNS server luar krn DNS server 
#pd langkah ini blum diinstall
  option domain-name-servers 202.134.0.155;
  option domain-name "gaplek.gk";
  option routers 172.20.20.1;
  option broadcast-address 172.20.20.255;
  default-lease-time 600;
  max-lease-time 7200;
}

#### dipotong ########

Pada  file  /etc/dhcp/dhcpd.conf  tersebut  kita  sesuaikan  dengan  IP  Address  yang  ada  pada  eth1
karena kita berencana semua client akan terkoneksi keluar melalui eth1 sebagai gateway. Kemudian
untuk  memberitahu  mesin  bahwa  service  DHCP  dilakukan pada  eth1  kita  perlu  sesuaikan file  yang
kedua /etc/default/isc-dhcp-server.

pico /etc/default/isc-dhcp-server

# Defaults for dhcp initscript
# sourced by /etc/init.d/dhcp
# installed at /etc/default/isc-dhcp-server by the maintainer scripts

#
# This is a POSIX shell fragment
#

# On what interfaces should the DHCP server (dhcpd) serve DHCP requests?
#       Separate multiple interfaces with spaces, e.g. "eth0 eth1".

INTERFACES="eth1"

Kemudian setelah dua file di atas disesuikan dengan jaringan kita  maka kita perlu merestart service
dari DHCP server.

#/etc/init.d/isc-dhcp-server restart

3.3. Penggunaan

Untuk  menguji  apakah  DHCP  server  yang  kita  bangun  sudah  berjalan  sesuai  dengan  keinginan  kita
tau belum kita dapat mencoba dari sisi client. Sebelum pastikan dulu bahwa DHCP server dan client
yang  dalam  hal  ini  kita  menggunakan  MS  Windows  XP  telah  terkoneksi  dengan  benar  secara  fisik.
Kemudian buka  CMD, ketikan ipconfig /release untuk me-null-kan konfigurasi IP address dan
ipconfig /renew untuk meminta konfigurasi TCP address pada DHCP server:

Sekaligus untuk mengecek apakah server yang kita bangun sudah berfungsi sekaligus sebagai server atau  belum,  bisa  kita  cek  dengan  melakukan  ping  terhadap  server  yang  ada  di  internet.  Misal  kita ping ke www.google.com, bila hasilnya menampilkan keluaran “replay from …”  berarti server kita sudah berfungsi juga sebagai router:
Apabila menggunakan OS Linux sebagai client DHCP dapat dilakukan dengan cara mengetikkan,

#dhclient eth0
Tagged
Different Themes
Written by Lovely

Aenean quis feugiat elit. Quisque ultricies sollicitudin ante ut venenatis. Nulla dapibus placerat faucibus. Aenean quis leo non neque ultrices scelerisque. Nullam nec vulputate velit. Etiam fermentum turpis at magna tristique interdum.

0 komentar